jam

Kamis, 19 Juli 2012

Sejarah Point Blank


Keyboardku di tangan kiri, mouse di tangan kanan. Berjam-jam ku tak berdiri, mengatur serangan. Pernah dengar lirik lagu Saykoji yang judulnya “The Gamers”. Nih lagu cocok banget buat para gamers.
Ngomongin masalah game emang nggak pernah ada habisnya, apa lagi bagi pecinta game baik game online ataupun offline. Mungkin sebagian dari kita berfikir kalau game hanya sebuah hiburan buat ngisi waktu luang dan kesuntukan dalam melakukan aktivitas, seperti main game lewat ponsel, computer, laptop, PlayStation, PSP, Nintendo wii, atau Xbox. Eitss… jangan salah game juga bias menjadi media pembelajaran dan melatih daya ingat kita loh!
Game baru selalu bermunculan apalagi game yang bergenre perang seperti game yang saat ini sedang digandrungin oleh para gamers yakni Point Blank atau lebih terkenal dengan sebutan PB.
Sejarah singkat
Point Blank adalah game yang berjenis FPS Online yang merupakan hasil karya dari developer bermarkas di Korea. Mengisahkan imigran semakin bertambah banyak dan sebagian besar tidak mendapatkan pekerjaan serta terusir dari masyarakat, dalam mempertahankan hidup, sebagian para imigran melakukan berbagai macam tindakan criminal dan membentuk organisasi teroris.
Pemerintah akhirnya memutuskan untuk memberntuk suatu organisasi khusus yang dinamakan Counter Terrorist dalam menghadapai organisasi teroris yang dinamakan Free Rebels.
Map/ Area Pertempuran
Meliputi Death Match, Site Explotion, dan Destruction Mission. Dengan total 19 peta yang akan menjadi arena berperang, dimana tiap peta telah didesain dengan sedemikian detil agar gamer dapat menerapkan taktik dan strategi baik untuk penyerangan maupun bertahan.
Selain itu juga menyediakan 49 jenis senjata yang dapat dipilih. Dimana meliputi senjata utama, senjata sekunder, dan granat lempar. Seperti senjata handgun, machinegun, sniper, granat asap, dan sebagainya.
Gamer juga dapat menggunakan gadget pendukung lainnya, seperti Night Vision untuk melihat di tempat yang gelap. Disamping itu, game ini juga memfitur Private Room dan Rangking system serta Clan system dengan sebanyak 22.500 Clan Marks yang dapat dipilih.
Kemudian Point Blank juga menyediakan fasilitas AI Bots untuk menemani gamer dalam bermain ataupun hanya sekadar melatih skill. Ai Bots tersebut dapat juga di setting tingkat kesulitannya, mulai dari tingkat yang paling mudah hingga ke paling susah.
Nah, tidak ketinggalan juga di game ini para gamers dapat memilih ingin bermain sebagai kelompok Counter Terroris (CT) ataupun Terrorist. Tiap kelompok memilki 4 karakter yang dapat dipilih, dengan 2 karakter laki-laki dan 2 karakter wanita. Untuk kelompok CT terdiri dari Leopard, Acid Pool, Keen Eyes, Hide. Kemudian pada kelompok Terrorist terdiri dari D-Fox, Red Bulls, Tarantula, dan Viper Red.
Berikut Biodata Char Point Blank:

CT FORCE


Leopard
Usia: 35 tahun, Tinggi: 180cm, Berat: 80kg
Pada usia 17 tahun dia melakukan imigrasi ke United States bersama dengan seluruh keluarganya. Karena merupakan keturunan Asia dia selalu diganggu oleh teman sekolahnya. Setelah lulus dari universitas pada 22 tahun dia langsung mendaftar untuk menjadi U.S Army. Pada usia 24 tahun dia sudah menjadi anggota dari Green beret special force.

Dia kemudian mendapatkan pangkat Sergeant pada usia 33 tahun. Setelah itu, dia kembali ke tempat kelahirannya untuk menikmati hidup. Tidak lama kemudian terdengar kabar bahwa pemerintah pusat ingin merekrut semua prajurit yang handal untuk membentuk team melawan para terroris yang semakin merajalela. Team tersebut dinamakan Ct-FORCE. Green beret mendapatkan perintah untuk mencari seseorang yang mempunyai kemampuan yang tinggi untuk bergabung dengan CT-FORCE melawan teroris. Pada saat bergabung dengan CT-FORCE dia mendapatkan panggilan "Leopard".
Acid Pool (Paul)
Usia: 25 tahun, Tinggi: 179cm, Berat: 75kg
Lulus sebagai polisi terbaik dari University of Elite Police dan mempunyai pembawaan yang cool. Akan tetapi karena gaya bicaranya yang lucu maka dia diberikan nickname "Acid Pool" oleh teman-temannya

Setelah lulus dia kemudian mendaftar untuk menjadi polisi. Karena mempunyai kemampuan yang tinggi dan selalu memiliki taktik yang baik, dia kemudian ditugaskan untuk bergabung dengan CT-FORCE.

Untuk membuktikan loyalitas dan kepercayaanya kepada pemerintah, dia siap untuk melawan Free Rebels yang semakin merajalela.
Hide
Usia: 28 tahun, Tinggi: 177cm, Berat: 55kg
Dia lahir di Inggris, kedua orangtuanya merupakan mantan prajurit di Tokyo. Pada usia 19 tahun dia mendaftarkan diri untuk menjadi infantry pada British Army. Menginjak usia 22 tahun dia menjadi prajurit yang paling terkenal di British Army karena memiliki taktikal support dan kemampuan yang tinggi.
Di usia 26 tahun dia mendapatkan pertempuran yang keras, sehingga menimbulkan luka pada wajahnya. Karena kemampuan dan pengalamannya CT-FORCE tertarik untuk merekrut dirinya

Karena berasal dari negara asing dia diberikan nickname "Hide". Akan tetapi karena sifatnya yang penyendiri dia kurang dapat bergaul dengan sesamanya dalam CT-FORCE Dengan potongan rambut yang pendek dan hitam serta bekas luka pada wajahnya, membuat dia terlihat sangat dingin.
Keen Eyes (Ayse)
Usia: 26 tahun, Tinggi: 178cm, Berat: 53kg
Merupakan keturunan campuran antara penduduk asli dan pendatang.
Dia mempunyai kemampuan yang tinggi dan merupakan salah satu pimpinan dari kepolisian. Karena alasan ini CT-FORCE berniat untuk mengajaknya bergabung. Karena merupakan keturunan campuran dan memiliki mata yang tajam maka teman-temannya menjulukinya "Keen Eyes".

Merupakan satu-satunya keturunan campuran di kepolisian.
FREE REBELS
D-Fox
Usia - 29 tahun, Tinggi - 180cm, Berat - 78kg
Kedua orang tuanya berasal dari Timur Tengah dan Asia. Meskipun campuran dia memiliki fisik yang baik. Pada usia 20 tahun dia telah menjadi Lieutenant dan telah melakukan banyak misi khusus. Pada usia 25 tahun dia telah menjadi Team leader. Dia terkenal karena tidak pernah meninggalkan jejak di setiap pertempuran.

Di usia 26 tahun dia telah menjadi seorang Army Ranger. Tidak lama setelah itu dia mendapatkan suatu tugas rahasia dari pemerintah. Akan tetapi karena ada kesalahan informasi dari pemerintah, seluruh anggota teamnya terbunuh. Pemerintah melimpahkan semua kesalahan kepada dirinya atas kejadian itu. Tidak terima perlakuan pemerintah, dia kemudian memberontak dan bergabung dengan Free Rebels

Untuk mengenang dan menghormati teman-temannya yang telah terbunuh di medan perang dia kemudian menamai dirinya Desert Fox, yang kemudian disingkat menjadi �D-Fox�. Pada suatu misi dia tidak sempat untuk melarikan diri sebelum bomb yang dipasang meledak, sehingga tanganya terluka. Oleh karena itu dia selalu menggunakan sarung tangan.
Red Bulls
Usia - 32 tahun, Tinggi - 182cm, Berat - 85kg
Karena hanya seorang imigran dia tinggal di desa kecil bersama orang tuanya.dan imigran lainnya. Dia juga merupakan pemain bola yang hebat.

Sesaat setelah menerima gelar MVP pada kejuaraan sepakbola, dia mendengar kabar bahwa kedua orangtuanya terbunuh pada saat mempertahankan desa mereka dari pemerintah yang ingin menghancurkan desa tersebut. Dia segera pulang ke desanya, akan tetapi dia hanya menemukan desanya yang telah hancur lebur. Hatinya penuh dengan amarah dan kebencian kepada pemerintah. Kemudian dia bergabung dengan Free Rebels untuk membalaskan kematian orang tuanya.
Memiliki fisik seorang pemain bola dan mempunyai mata yang tajam seperti banteng membuat teman-temannya di Free Rebels memanggilnya �Red Bulls�
Tarantula
Usia - 24 tahun, Tinggi - 179cm, Berat - 56kg
Dia terlahir di keluarga imigran. Kehilangan kedua orang tuanya pada waktu kecil karena kecelakaan, kemudian diadopsi oleh keluarga lain.

Hari demi hari dilalui di keluarga barunya. Akan tetapi sifat rasis dari ayah angkatnya semakin lama semakin besar dan memperlakukan dirinya secara kasar. Suatu hari dia menemukan revolver di lemari, kemudian dia mengambil revolver itu dan menembakkanya ke dada ayah angkatnya. Akibat insiden ini dia dimasukkan ke dalam penjara. Dalam penjara dia sering dipanggil dengan sebutan �Tarantula�.

Setelah beberap tahun dia bebas dari penjara.Kemudian dia mendengar kabar bahwa para imigran selalu mendapatkan diskriminasi, hal ini membuatnya sangat marah. Kemudian dia memustuskan untuk bergabung dengan Free Rebels.
Viper Red
Usia - 26 tahun, Tinggi - 178cm, Berat - 58kg
Dia mengikuti jejak ayah angkatnya yang berasal dari Perancis untuk menjadi seorang bodyguard. Kemampuan bertarung dan daya tahan tubuhnya telah ditempa dengan baik dari waktu kecil. Dia diadopsi oleh seseorang dari negara lain 25 tahun yang lalu, karena ibunya akan menjalankan suatu misi rahasia. Sekarang dia berusaha untuk mencari dan menemui ibunya kembali. Dia kemudian mendapatkan kabar bahwa ibunya adalah seorang Free Rebels dan telah terbunuh oleh pemerintah pada saat pertempuran demi melindungi imigran dari Amerika Latin. Mendengar itu dia kemudian memutuskan untuk bergabung dengan Free Rebels untuk membantu para imigran yang tertindas dan membalaskan dendam ibunya.
Tidak seperti wanita yang lainnya. Dia mempunya kecepatan yang tinggi dan kekuatan yang besar. Dia juga ahli dalam menyusun taktik dan selalu bergerak licin seperti ular pada saat di medan pertempuran. Dia tidak menyukai sinar matahari dan selalu menggunakan kacamata hitam.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar